Kaban Kesbangpol Bengkalis Pantau Langsung Karantina dan Latihan Hari Keempat Capaska Tahun 2026
BENGKALIS – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Suwarto, S.Pd., M.Pd., melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan karantina dan latihan hari keempat Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Bengkalis Tahun 2026, Selasa (4/8/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan karantina dan latihan berjalan sesuai dengan jadwal serta seluruh peserta berada dalam kondisi yang sehat, aman, dan siap mengikuti setiap tahapan pembinaan hingga pelaksanaan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kunjungannya, Dr. H. Suwarto meninjau secara langsung proses latihan yang dipandu oleh tim pelatih, mulai dari materi kedisiplinan, baris-berbaris, hingga evaluasi kesiapan fisik para Capaska. Beliau juga berdialog dengan panitia, pelatih, dan tim medis guna memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi dengan baik.
Kepada tim medis yang bertugas, Kaban Kesbangpol menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan seluruh Capaska melalui pemantauan secara berkala.
"Saya meminta kepada petugas medis agar terus memperhatikan kondisi kesehatan seluruh peserta dan memastikan setiap perkembangan tetap berada dalam pengawasan dokter yang telah ditugaskan. Jangan sampai ada kondisi kesehatan yang luput dari perhatian," tegas Suwarto.

Selain itu, beliau juga memberikan arahan kepada panitia penyelenggara agar memperhatikan pola istirahat para peserta selama menjalani masa karantina.
"Kondisi jam tidur anak-anak harus benar-benar diperhatikan. Pastikan mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan seluruh aktivitas pada malam hari tetap berada dalam pengawasan panitia. Mengingat mereka menjalani latihan setiap hari, kondisi fisik harus selalu prima agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan optimal," ujarnya.
Tidak hanya itu, Suwarto juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi para Capaska selama masa karantina. Menurutnya, asupan gizi yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya tahan tubuh peserta sehingga tetap sehat dan mampu menjalani latihan dengan maksimal.
Kepada tim pelatih, beliau menyampaikan agar tetap melaksanakan pembinaan secara profesional, disiplin, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan pendekatan yang humanis dalam membentuk karakter para calon anggota Paskibraka.
"Kita tidak hanya membentuk kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa nasionalisme para generasi muda yang nantinya akan menjadi teladan bagi masyarakat," ungkapnya.

Dr. H. Suwarto menegaskan bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan karantina dan latihan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, seluruh proses pembinaan harus berjalan sesuai standar dan tidak boleh ada aspek yang terlepas dari pengawasan.
"Pemantauan ini akan terus kami laksanakan. Saya ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik dan tidak ada satu pun hal yang luput dari perhatian. Keselamatan, kesehatan, serta keberhasilan pembinaan Capaska menjadi tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Melalui pemantauan yang dilakukan secara rutin, diharapkan seluruh Capaska Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 dapat menyelesaikan masa karantina dengan kondisi fisik dan mental yang prima, sehingga mampu melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan rasa bangga sebagai putra-putri terbaik Kabupaten Bengkalis.

