Sejarah
Sejarah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) berawal dari Kantor Sospol (Sosial-Politik) di era Orde Baru untuk menangkal komunisme, lalu berubah menjadi Kantor Kesbanglinmas (Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat) pasca-1998, dan akhirnya menjadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik setelah tugas Lingkungan Masyarakat (Linmas) dialihkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dengan fokus utama menjaga persatuan, wawasan kebangsaan, kerukunan, dan stabilitas politik daerah, termasuk mengurusi politik dalam negeri dan ormas. Perkembangan Sejarah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik :
- Era Orde Baru (Kantor Sospol):
- Dibentuk untuk menangkal paham komunis dan radikal.
- Bertanggung jawab atas isu sosial dan politik untuk menjaga stabilitas.
- Pasca-Orde Baru (Kantor Kesbangpol dan Linmas):
- Setelah tahun 1998, namanya berubah menjadi Kesbangpol dan Linmas.
- Fokusnya lebih luas pada keutuhan NKRI, wawasan kebangsaan, kerukunan, dan politik daerah.
- Era Modern (Bakesbangpol):
- Tugas Linmas (ketertiban masyarakat) diambil alih Satpol PP, sehingga nama kembali menjadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
- Tugasnya kini lebih spesifik dalam urusan pemerintahan bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, termasuk ideologi, kewaspadaan nasional, dan pembinaan ormas.
- Menciptakan persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.
- Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara (wawasan kebangsaan).
- Menangani isu politik dalam negeri, ormas, dan ketahanan nasional.
- Menjadi unsur pelaksana urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik daerah.
