Kaban Kesbangpol Bengkalis Hadiri Khaul Sultonul Aulia Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-887
Bengkalis – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Suwarto, S.Pd., M.Pd., turut menghadiri kegiatan Khaul Sultonul Aulia Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-887 yang dilaksanakan oleh Jama'ah Thoriqoh Mu'tabaroh Qodiriyah Wanaqsabandiyah, di Desa Pematang Duku Timur, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah thoriqoh serta masyarakat Desa Pematang Duku Timur. Kegiatan juga dirangkai dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Tuan Guru KH. Choirul Khudori.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, menyampaikan salam takzim sekaligus apresiasi kepada seluruh Jama'ah Thoriqoh Mu'tabaroh Qodiriyah Wanaqsabandiyah yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, H. Hambali juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tuan Guru KH. Choirul Khudori yang telah hadir dan memberikan tausiah kepada jamaah serta masyarakat yang mengikuti kegiatan khaul.
Disampaikan bahwa khaul merupakan momentum untuk mengingat kembali keteladanan dan perjuangan para ulama serta mengambil hikmah dari nilai-nilai keagamaan yang diwariskan. Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan khaul ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta mempererat hubungan antarsesama,” demikian pesan yang disampaikan Bupati melalui H. Hambali.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan tidak hanya diwujudkan dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga melalui hubungan yang baik antarsesama manusia. Karena itu, nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan menjaga persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bengkalis juga menyampaikan perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang rawan terjadi karhutla.
Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karhutla, menurut pesan Bupati, bukan semata-mata persoalan asap dan api, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat hingga mengganggu proses pendidikan.
“Jangan wariskan asap kepada anak cucu kita,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.
Bupati juga mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang dimiliki hendaknya tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi diwujudkan dalam bentuk amal dan perbuatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Kegiatan Khaul Sultonul Aulia Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-887 tersebut kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh KH. Choirul Khudori.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara pemerintah, ulama, jamaah thoriqoh dan masyarakat. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, kerukunan, persatuan serta kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan di Kabupaten Bengkalis.
