Kabupaten Bengkalis Siap Mensukseskan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026
BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Tahun 2026.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Bengkalis, Suwarto, menegaskan bahwa IHaI merupakan instrumen penting yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat keharmonisan masyarakat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan sosial, budaya, dan kebangsaan di daerah. Pengukuran ini juga menjadi salah satu upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurut Suwarto, Kabupaten Bengkalis memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, antarsuku, dan antarorganisasi kemasyarakatan. Kondisi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendukung pelaksanaan pengukuran IHaI tahun 2026.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas untuk mensukseskan pengukuran Indeks Harmoni Indonesia tahun 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengukuran IHaI memerlukan dukungan data yang akurat, partisipasi aktif masyarakat, serta sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, Kesbangpol akan terus melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada berbagai pihak agar pelaksanaan survei dan pengumpulan data dapat berjalan dengan baik. Pengukuran IHaI juga menitikberatkan pada berbagai dimensi kehidupan masyarakat, seperti aspek sosial, budaya, keberagaman, kebangsaan, dan ekonomi yang mencerminkan tingkat harmoni di suatu daerah.
Lebih lanjut, Suwarto berharap melalui pengukuran IHaI 2026, Kabupaten Bengkalis dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi harmonisasi sosial masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong yang selama ini terjaga di Kabupaten Bengkalis harus terus dipelihara. Dengan demikian, Bengkalis dapat menjadi daerah yang harmonis, aman, damai, dan kondusif dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 merupakan program yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri sebagai instrumen untuk memotret tingkat harmoni sosial masyarakat Indonesia serta memperkuat stabilitas nasional berbasis nilai-nilai kebangsaan.
